Soni Siswanto

Sebuah catatan tentang kehidupan

Nasionalisme

Kenapa ya jadi kepikiran kata ini setelah beberapa kejadian yang terjadi di Indonesia ini antara lain hari kemerdekaan Indonesia ke 64 tanggal 17 Agustus 2009, beberapa budaya bangsa Indonesia yang telah tanpa ijin dipakai oleh negara tetangga dan menuai protes dari masyarakat Indonesia, yang terbaru adalah pemakaian tari pendet untuk kepentingan promosi pariwisata oleh negara tetangga yang sebelumnya adalah angklung, batik, dan kesenian reog.

Nasionalisme berarti ideologi, sentimen, sebuah bentuk budaya atau gerakan sosial yang berfokus pada suatu bangsa, hasil nyontek dari wikipedia. Yang begitulah kira-kira akhir-akhir ini beberapa kelompok sosial melakukan aksi protes di jalanan, bahkan presiden Indonesia bapak SBY juga melakukan jumpa pers dan menyatakan menyayangkan tindakan negara Malaysia yang menggunakan tari pendet yang berasal dari Bali untuk keperluan promosi pariwisata.

Disaat tenaga kerja Indonesia di negara tetangga kita ini membludak dan menjadi salah satu tenaga murah di negara tetangga kita, tetapi negara kita masih di intervensi masalah budaya ini. Bisakah dari gerakan sosial yang kecil ini bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam suku, bahasa, agama maupun kepercayaan kembali bersatu di tengah masalah lain seperti ekonomi, produksi pangan nasional, krisis energi, dan sederet masalah lain yang menunggu campur tangan para pemuda Indonesia.

Jadi teringat sebuah pidato yang disampaikan oleh presiden Indonesia pertama Bapak Ir. Soekarno, entah tahun berapa dan dalam rangka apa sih, aku lupa juga, beliau menyatakan bahwa “beri aku 5 pemuda, dan aku akan mengubah dunia. Memang benar saat ini Indonesia butuh pemimpin yang berani mengubah dunia, atau setidaknya cukup keadaan negeri ini ditengah naiknya harga-harga sembako yang terus melambung, di tengah penertiban suku bunga deposito bagi deposan besar, setidaknya asa untuk menjadikan Indonesia lebih terhormat di dunia Internasional, dan menjadi tujuan favorit di tengah alam tropis yang hangat.

Advertisement

August 27, 2009 - Posted by | Indonesiaku | , , , , , , , , , , ,

1 Comment »

  1. Hey, ternyata pada saat yang sama kita memikirkan hal yang sama ya^^.
    “Menyayangkan” itu gak cukup, Pak Presiden. Bangsa ini butuh pemimpin tegas. Mau sampai kapan budaya kita dicaplok-caplok terus kayak gini?
    Kalau aku hidup di masa Sukarno, Say, aku mau daftar jadi 1 dari 5 pemuda itu.

    Comment by monarchchad | August 29, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.